JENIS-JENIS GULMA: KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI
Gulma merupakan tumbuhan yang keberadaannya tidak dikehendaki. Berdasarkan
morfologi, daun gulma dapat dikelompokkan berdasarkan bentuk/ukuran daun dan
sebagainya. Berdasarkan sifat-sifat tersebut, gulma dapat digolongkan kedalam
gulma rerumputan (Grasses), gulma teki-tekian (Sedges), dan gulma
berdaun lebar (Broad Leaf) (Umiyati & Widayat, 2017, h. 5). Berikut klasifikasi dan morfologi dari beberapa jenis gulma yang dapat ditemukan di lapangan:
1.
Ageratum conyzoides
A. conyzides dikenal dengan nama lain yaitu Babandotan (bahasa Jawa).
Babandotan termasuk tumbuhan herba yang memiliki daya adaptasi yang tinggi.
Sehingga dapat tumbuh dimana-mana, serta termasuk tumbuhan herba menahun
(Annisa, 2020, h. 15-17).
Gambar 1. Ageratum conyzoides Sumber : Dokumentasi Pribadi
Klasifikasi dari gulma A. conyzoides dapat
diuraikan sebagai berikut :
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Magnoliopsida
Ordo :
Asterales
Famili :
Asteraceae
Genus :
Ageratum
Spesies :
Agratum conyzoides
A. conyzoides memiliki sistem perakaran tunggang, dimana terdapat
rambut-rambut akar, dan berwarna putih. Batang A. conyzoides tegak,
berbentuk bulat, dan terdapat rambut halus. Daun A. conyzoides berbentuk
ovate, tunggal, letaknya saling berhadapan, ujungnya runcing, pangkal daun agak
membulat, tepi daun bergerigi, tulang daun menyirip, tangkai daun pendek dan
berwarna hijau. Bunga A. conyzoides sendiri yaitu majemuk sebanyak 3
atau lebih, kelopak berbulu, mahkota berbentuk lonceng, berwarna putih atau
ungu dan tangkainya berambut. Biji A. conyzoides kecil dan berwarna
hitam jika sudah tua. Habitat tumbuh dari gulma
A. conyzoides dapat ditemukan pada tanah yang berpasir, debu
maupun liat.
2.
Asystasia intrusa
A. intrusa merupakan tumbuhan dari famili Acanthaceae. A.
intrusa juga termasuk tumbuhan herba yang tumbuh cepat dan mudah
berkembangbiak serta dapat tumbuh dalam keadaan yang kurang baik.
Gambar 2. Asystasia intrusa
Sumber : Dokumentasi Pribadi
Klasifikasi dari
gulma A. intrusa dapat diuraikan sebagai berikut :
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Magnoliopsida
Ordo :
Scrophulariales
Famili :
Acanthaceae
Genus : Asystasia
Spesies :
Asystasia intrusa
A. intrusa memiliki sistem perakaran tunggang dan berwarna cokelat serta terdapat rambut-rambut akar. Batang A. intrusa berbentuk bulat, berwarna hijau kecokelatan. Daun A. intrusa termasuk tunggal, saling berhadapan, ujung runcing, pangkal tumpul, tulang daun menyirip, dan berwarna hijau. Bunga A. intrusa muncul pada ujung daun, berwarna putih keunguan, mahkota berwarna hijau. Buah A. intrusa berwarna hijau saat belum masak dan berwarna cokelat saat sudah masak. Biji A. intrusa kecil, ringan dan berwarna cokelat. Habitat tumbuh dari gulma A. intrusa dapat ditemukan pada tanah berpasir dan debu.
3.
Axonopus compressus
A. compressus merupakan salah satu rerumputan dari famili Poaceae.
Sering disebut dengan nama rumput selimut. A. compressus sendiri
termasuk rerumputan yang merambat, stoloniferous dan abadi (Naidu, 2012, h.
40).
Gambar 3. Axonopus
compressus Sumber : Dokumentasi Pribadi
Klasifikasi dari
gulma A. compressus dapat diuraikan sebagai :
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Spermatophyta
Kelas :
Dicotyledonae
Ordo :
Poales
Famili :
Poaceae
Genus :
Axonopus
Spesies :
Axonopus compressus
A. compressus memiliki sistem perakaran serabut dan berwarna cokelat.
Batang A. compressus tegak, padat, muncul stolon pada setiap ruas
batang. Daun A. compressus terdapat pelepah daun yang menyelubungi daun,
ujung runcing, tepi rata, pangkal daun tumpul. Bunga A. compressus
memiliki tangkai daun yang bulat, tangkai bunga ramping, bunga berjumlah 2 atau
lebih. Buah A. compressus berbentuk lonjong dan berwarna hijau. Habitat
tumbuh dari gulma A. compressus dapat ditemukan pada tanah berpasir,
debu maupun liat.
4.
Borreria alata
B.
alata atau rumput Setawar merupakan
tumbuhan herba. B. alata juga termasuk tumbuhan berbaring, kadang keluar
akar, biasanya bercabang di dekat akar (Soerjani, Kostermans, &
Tjitrosoepomo, 1987, h. 492).
Klasifikasi dari
gulma B. alata dapat diuraikan sebagai berikut :
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Spermatophyta
Kelas :
Dicotyledonae
Ordo :
Violales
Famili :
Asteraceae
Genus :
Borreria
Spesies :
Borreria alata
B. alata memiliki sistem perakaran tunggang, terdapat
rambut-rambut akar dan berwarna putih kecokelatan. Batang B. alata
berbentuk segi empat, berair, berdaging, berwarna hijau dan terkadang muncul
akar. Daun B. alata termasuk berdaun tunggal, saling berhadapan, dan
pada bagian ujung batang daun saling bergerombol dan berwarna hijau. Bunga B.
alata berukuran kecil, muncul pada ketiak daun. Habitat tumbuh dari gulma B.
alata dapat ditemukan pada tanah berpasir, debu maupun liat.
5. Cleome rutidosperma
C. rutidosperma atau sering disebut Maman Ungu merupakan tumbuhan herba,
dan termasuk tumbuhan tegak. C. rutidosperma juga memiliki banyak cabang
dan tidak lembek (Soerjani, Kostermans, & Tjitrosoepomo, 1987, h. 122).
Gambar 5. Cleome
rutidosperma Sumber : Dokumentasi Pribadi
Klasifikasi dari
gulma C. rutidosperma dapat diuraikan sebagai berikut :
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Magnoliopsida
Ordo :
Capparidales
Famili :
Capparidaceae
Genus :
Cleome
Spesies :
Cleome rutidosperma
C. rutidosperma memiliki sistem perakaran tunggang dan berwarna putih.
Batang C. rutidosperma berbentuk bulat, berwarna hijau hingga merah, dan
permukaan gundul. Daun C. rutidosperma termasuk majemuk, berbentuk belah
ketupat, tulang daun menyirip, ujung daun tumpul atau meruncing, tepi rata dan
berwarna hijau. Bunga C. rutidosperma keluar dari ketiak daun, mahkota
bunga berwarna putih ungu. Buah C. rutidosperma berbentuk lanset, ujung
runcing dan berwarna hijau. Biji C. rutidosperma berbentuk bulat dan
berwarna cokelat. Habitat tumbuh dari gulma C. rutisdosperma dapat
ditemukan pada tanah berpasir, debu maupun liat.
6.
Clidemia hirta
C. hirta atau sering disebut harendong merupakan tumbuhan dari
famili Melastomataceae. C. hirta juga termasuk tumbuhan terna perdu yang
memiliki tinggi mencapai 1-2 m (Rusyana, 2011).
Gambar 6. Clidemia hirta Sumber
: Dokumentasi Pribadi
Klasifikasi dari
gulma C. hirta dapat diuraikan sebagai berikut :
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Magnoliopsida
Ordo :
Myrtales
Famili :
Melastomataceae
Genus :
Clidemia
Spesies :
Clidemia hirta
C. hirta memiliki sistem perakaran tunggang dan berwarna cokelat. Batang C. hirta berbentuk bulat, berkayu, percabangan simpodial dan monopodial, terdapat rambut-rambut halus, dan berwarna hijau saat muda dan berwarna cokelat pada batang tua. Daun C. hirta saling berhadapan, berwarna hijau, terdapat rambut-rambut halus, berbentuk bulat telur, ujung runcing, tepi bergerigi, pangkal tumpul. Bunga C. hirta berwarna putih muncul pada ketiak daun. Buah C. hirta berbentuk bulat telur, berwarna ungu dan terdapat rambut-rambut halus. Habitat tumbuh dari gulma C. hirta dapat ditemukan pada tanah berpasir dan liat.
7.
Coleus rotundofolius
C. rotundofolius merupakan tumbuhan dari famili Capparidaceae. C.
rotundofolius merupakan tumbuhan tahunan, terna herba, tegak atau setengah
tegak (Blue Purple Garden, 2016).
Gambar 7. Coleus
rotundofolius Sumber : Dokumentasi Pribadi
Klasifikasi dari
gulma C. rotundofolius dapat diuraikan sebagai berikut :
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Magnoliopsida
Ordo :
Capparidales
Famili :
Capparidaceae
Genus :
Cleome
Spesies :
Cleome rutidosperma
C. rotundofolius memiliki sistem perakaran tunggang, terdapat
rambut-rambut akar, dan berwarna cokelat. Batang C. rotundofolius
berbentuk segi empat dan berwarna hijau. Daun C. rotundofolius berwarna
hijau, ujung tumpul, saling berhadapan, dan pertulangan daun menyirip. Bunga C.
rotundofolius termasuk majemuk, berukuran kecil, berwarna ungu, dan
tersusun panjang pada tangkai bunga. Habitat tumbuh dari gulma C.
rotundofolius dapat ditemukan pada tanah berpasir dan debu.
8.
Commelina diffusa
C.
diffusa merupakan tumbuhan dari famili
Commelinaceae. C. diffusa merupakan tumbuhan yang merambat pada
permukaan tanah (Naidu, 2012, h. 95).
Gambar 8. Commelina diffusa Sumber :
Dokumentasi Pribadi
Klasifikasi dari
gulma C. diffusa dapat diuraikan sebagai berikut :
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Liliopsida
Ordo :
Commelinales
Famili :
Commelinaceae
Genus :
Commelina
Spesies :
Commelina diffusa
C. diffusa sistem perakaran serabut dan berwarna cokelat. Batang C.
diffusa berwarna hijau dan berbuku-buku. Daun C. diffusa berwarna
hijau, terdapat pelepah dan helaian daun. Bunga C. diffusa berwarna biru
dan muncul pada ujung batang. Habitat tumbuh dari gulma C. diffusa dapat
ditemukan pada tanah berpasir, debu maupun liat.
9.
Cyperus compressus
C. compressus merupakan tumbuhan yang berasal dari famili Cyperaceae. C.
compressus juga merupakan tumbuhan tahunan (Naidu, 2012, h. 121).
Gambar 9. Cyperus compressus
Sumber : Dokumentasi Pribadi
Klasifikasi dari
gulma C. compressus dapat diuraikan sebagai berikut :
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Angiospermae
Kelas :
Monocotyledoneae, Liliopsida
Ordo :
Poales
Famili :
Cyperaceae
Genus :
Cyperus Linn.
Spesies :
Cyperus compressus
C. compressus memiliki sistem perakaran serabut dan berwarna merah.
Batang C. compressus berbentuk segitiga, berwarna hijau, ramping,
permukaan halus, dan keras. Daun C. compressus berwarna hijau, ujung
runcing, daun menyelimuti dan membungkus batang pada pangkal, dan lebih pendek
dibandingkan batang. Bunga C. compressus termasuk majemuk, jumlahnya
banyak dan berwarna hijau. Habitat tumbuh dari gulma C. compressus dapat
ditemukan pada tanah berpasir, debu maupun liat.
10.
Cyperus iria
C. iria merupakan tumbuhan dari famili Cyperaceae. C. iria
juga merupakan tumbuhan tahunan (Naidu, 2012, h. 121).
Gambar 10. Cyperus iria Sumber
: Dokumentasi Pribadi
Klasifikasi dari
gulma C. iria dapat diuraikan sebagai berikut :
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Angiospermae
Kelas :
Monocotyledoneae, Liliopsida
Ordo :
Poales
Famili :
Cyperaceae
Genus :
Cyperus
Spesies :
Cyperus iria
C.
iria memiliki sistem perakaran serabut, jumlahnya banyak, dan
berwarna merah. Batang C. iria ramping, berbentuk segitiga, licin,
permukaan halus, dan berwarna hijau. Daun C. iria berwarna hijau,
terdapat helaian daun dan pelepah daun. Bunga C. iria termasuk majemuk,
terdapat daun pembalut dan berwarna emas kekuningan. Buah C. iria
berbentuk lonjong runcing dan berwarna emas kekuningan. Habitat tumbuh dari
gulma C. iria dapat ditemukan pada tanah pasir, debu maupun liat.
11.
Desmodium triflorum
D. triflorum merupakan tumbuhan dari famili Fabaceae juga termasuk tumbuhan terna setahun atau menahun. D. triflorum juga merupakan tumbuhan keras, merambat (Naidu, 2012, h. 131).
Gambar 11. Desmodium triflorum Sumber : Dokumentasi Pribadi
Klasifikasi dari
gulma D. triflorum dapat diuraikan sebagai berikut :
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Magnoliopsida
Ordo :
Fabales
Famili :
Fabaceae
Genus :
Desmodium
Spesies :
Desmodium triflorum
D. triflorum memiliki sistem perakaran serabut dan berwarna cokelat.
Batang D. triflorum berwarna merah, pada setiap ruas batang muncul akar
dan terdapat rambut-rambut halus. Daun D. triflorum termasuk majemuk,
permukaan licin, pangkal dan ujung daun tumpul, berbentuk bulat, dan berwarna
hijau. Bunga D. triflorum berukuran kecil, berwarna ungu dan muncul pada
ketiak daun. Habitat tumbuh dari gulma D. triflorum dapat ditemukan pada
tanah berpasir dan debu.
12.
Digitaria sanguinalis
D. sanguinalis
merupakan tumbuhan tahunan yang merupakan famili Poaceae. D. sanguinalis
juga merupakan tumbuhan herba (Maryani, 2018, h. 82-83).
Gambar 12. Digitaria sanguinalis Sumber : Dokumentasi Pribadi
Klasifikasi dari gulma D. sanguinalis dapat
diuraikan sebagai berikut :
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Angiospermae
Kelas :
Monocotyledoneae
Ordo :
Poales
Famili :
Poaceae
Genus :
Digitaria
Spesies :
Digitaria sanguinalis
D. sanguinalis
memiliki sistem perakaran serabut dan berwarna cokelat. Batang D.
sanguinalis berbentuk bulat, permukaan licin dan berwarna hijau. Daun D.
sanguinalis yaitu sejajar, berwarna hijau agak keunguan, dan terdapat
pelepah daun yang menyatu dengan batang. Bunga D. sanguinalis berwarna
hijau dan tangkai bunga lebih panjang dari daun, serta memiliki buah elips
runcing dan berwarna hijau. Habitat tumbuh dari gulma D. sanguinalis
dapat ditemukan pada tanah berpasir, debu maupun liat.
13.
Eleusin indica
E. indica atau dikenal sebagai rumput Belulang merupakan tumbuhan
terestrial, dimana hidup berumpun kuat. E. indica juga termasuk
rerumputan berumur pendek serta terkadang pada buku bagian bawah keluar akar
(van Steenis, 2013, h. 110).
Gambar 13. Eleusin indica Sumber : Dokumentasi Pribadi
Klasifikasi dari
gulma E. indica dapat diuraikan sebagai berikut :
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Liliopsida
Ordo :
Poales
Famili :
Poaceae
Genus :
Eleusin
Spesies :
Eleusin indica
E. indica memiliki sistem perakaran serabut dan berwarna cokelat.
Batang E. indica berbentuk bulat, terkadang berbuku-buku, tumbuh tegak
terkadang merambat, licin dan berwarna hijau keputihan. Daun E. indica
termasuk sejajar, terdapat pelepah dan helaian daun, ujung runcing dan berwarna
hijau tua. Bunga E. indica muncul pada ujung batang, berjumlah 2 atau
lebih, dan tangkai bunga lebih panjang dibandingkan dengan daun. Buah E.
indica berbentuk elips meruncing dan berwarna hijau. Habitat tumbuh dari
gulma E. indica dapat ditemukan pada tanah berpasir, debu maupun liat.
14.
Emmilia sonchifolia
E. sonchifolia merupakan tumbuhan menahun yang tumbuh tegak, serta
mengandung getah. E. sonchifolia berasal dari famili Asteraceae dan
dikenal dengan sebutan Tempuh Wihyang (Van Steenis, 2013c, h. 398-399).
Gambar 14. Emmilia sonchifolia Sumber : Dokumentasi Pribadi
Klasifikasi dari
gulma E. sonchifolia dapat diuraikan sebagai berikut :
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Magnoliopsida
Ordo :
Asterales
Famili :
Asteraceae
Genus :
Emmilia
Spesies :
Emmilia sonchifolia
E. sonchifolia memiliki sistem perakaran tunggang dan berwarna putih. Batang E. sonchifolia berbentuk bulat, berwarna hijau, gundul, dan berongga. Daun E. sonchifolia berwarna hijau, tepi bergerigi, ujung runcing, dan pertulangan menyirip. Bunga E. sonchifolia termasuk tunggal dan berwarna putih keunguan. Biji E. sonchifolia kecil, ringan dan berwarna cokelat. Habitat tumbuh dari gulma E. sonchifolia dapat ditemukan pada tanah berpasir dan debu.
15.
Eupatorium inulifolium
E. inulifolium atau sering disebut dengan kirinyuh termasuk tumbuhan
perdu, dan tumbuh tegak. Selain itu, E. inulifolium juga bercabang
banyak, berbau, rantingnya bulat, serta berambut pendek dan rapat (van Steenis,
2013, h. 390-391).
Gambar15. Eupatorium inulifolium Sumber : Dokumentasi Pribadi
Klasifikasi dari
gulma E. inulifolium dapat diuraikan sebagai berikut :
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Spermatophyta
Kelas :
Dicotyledonae
Ordo :
Asterales
Famili :
Astaraceae
Genus :
Eupatorium
Spesies :
Eupatorium inulifolium
E. inulifolium memiliki sistem perakaran tunggang dan berwarna putih
kecokelatan. Batang E. inulifolium berbentuk bulat, bewarna hijau agak
kemerahan, batang tua licin, batang muda terdapat rambut-rambut halus yang
pendek dan padat dan memiliki percabangan monopodial. Daun E. inulifolium
termasuk tunggal, saling berhadapan, berwarna hijau tua terkadang agak
kemerahan, tepi bergerigi, bulat telur, ujung runcing dan tulang daun menyirip.
Bunga E. inulifolium jumlahnya banyak yang tersusun atas karangan bunga,
terdapat pembalut berbentuk lonceng dan berwarna putih. Habitat tumbuh dari
gulma E. inulifolium dapat ditemukan pada tanah berpasir dan debu.
16. Fimbristylis littoralis
F. littoralis merupakan tumbuhan dari famili Cyperaceae. F. littoralis merupakan tumbuhan herbal tahunan abadi atau berumur pendek (Xu & Zhou, 2017, h. 389).
Gambar 16. Fimbristylis littoralis Sumber : Dokumentasi Pribadi
Klasifikasi dari gulma F. littoralis dapat diuraikan sebagai berikut :Kingdom : PlantaeDivisi : AngiospermaeKelas : Monocotyledoneae, LiliopsidaOrdo : PoalesFamili : CyperaceaeGenus : Fimbristylis VahlSpesies : Fimbristylis littoralis F. littoralis memiliki sistem perakaran serabut dan berwarna cokelat kemerahan. Batang F. littoralis berumbai, permukaan licin, lurus dan berwarna hijau. Daun F. littoralis ujungnya lancip, terdapat pelepah yang melindungi batang dan berwarna hijau. Bunga F. littoralis berwarna cokelat dan berbentuk bulat. Habitat tumbuh dari gulma F. littoralis dapat ditemukan pada tanah berpasir, debu maupun liat.
17. Glinus oppositifolius
G. oppositifolius merupakan tumbuhan dari famili Molluginaceae. G. oppositifolius juga termasuk tumbuhan tegak, terkadang bersujud, serta merupakan tumbuhan tahunan (Naidu, 2012, h.163).
Klasifikasi dari gulma G. oppositifolius dapat diuraikan sebagai berikut :Kingdom : PlantaeDivisi : MagnoliophytaKelas : EquisetopsidaOrdo : CarvopillalesFamili : MolluginaceaeGenus : GlinusSpesies : Glinus oppositifolius G. oppositifolius memiliki sistem perakaran serabut dan berwarna cokelat. Batang G. oppositifolius berbentuk segi empat dan berwarna kemerahan. Daun G. oppositifolius berwarna hijau pada bagian atas, bagian bawah daun agak pucat, saling berhadapan, ujung runcing, pangkal tumpul. Bunga G. oppositifolius berukuran kecil, berwarna putih, serta muncul pada ketiak daun. Habitat tumbuh dari gulma G. oppositifolius dapat ditemukan pada tanah berpasir, debu maupun liat.
18. Leptochloa chinensis
L. chinensis merupakan tumbuhan dari famili Poaceae. L. chinensis juga merupakan tumbuhan berumbai tahunan atau semi akuatik air atau rumput abadi (Naidu, 2012, h. 201).
Gambar 18. Leptochloa chinensis Sumber : Dokumentasi Pribadi
Klasifikasi dari gulma L. chinensis dapat diuraikan sebagai berikut :Kingdom : PlantaeDivisi : MagnoliophytaKelas : LiliopsidaOrdo : CyperalesFamili : PoaceaeGenus : Leptochloa P. Beauv.Spesies : Leptochloa chinensis L. chinensis memiliki sistem perakaran serabut dan berwarna cokelat. Batang L. chinensis berbentuk bulat, licin dan berwarna hijau. Daun L. chinensis termasuk sejajar, berwarna hijau, dan terdapat pelepah daun yang menutupi batang. Bunga L. chinensis terdapat di sepanjang sumbu dan berwarna keabu-abuan. Habitat tumbuh dari gulma L. chinensis dapat ditemukan pada tanah berpasir, debu maupun liat.
19. Leucas martinicensis
L. martinicensis merupakan tumbuhan dari famili Lamiaceae. L. martinicensis juga merupakan tumbuhan tahunan tegak (Naidu, 2012, h. 204).
Gambar 19. Leucas martinicensis Sumber : Dokumentasi Pribadi
Klasifikasi dari gulma L. martinicensis dapat diuraikan sebagai berikut :Kingdom : PlantaeDivisi : MagnoliophytaKelas : MagnoliopsidaOrdo : LamialesGenus : LeucasSpesies : Leucas martinicensis L. martinicensis memiliki sistem perakaran tunggang dan berwarna cokelat. Batang L. martinicensis berbentuk segi empat, berwarna hijau dan berambut-rambut halus. Daun L. martinicensis saling berhadapan, tepi bergerigi, pangkal dan ujung daun runcing dan berwarna hijau. Bunga L. marinicensis berukuran kecil, berwarna putih dan muncul pada ketiak daun. Habitat tumbuh dari gulma L. martinicensis dapat ditemukan pada tanah berpasir, debu maupun liat.
20. Lindernia ciliata
L. ciliata merupakan tumbuhan herba bercabang, tegak, berbaring,
sering keluar akar (Soerjani, Kostermans, & Tjitrosoepomo, 1987, h. 534).
Gambar 20. Lindernia ciliata Sumber : Dokumentasi Pribadi
Klasifikasi dari
gulma L. ciliata dapat diuraikan sebagai berikut :
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Magnoliopsida
Ordo :
Scrophulariales
Famili :
Scrophulariaceae
Genus :
Lindernia
Spesies :
Lindernia ciliata
L. ciliata memiliki sistem perakaran tunggang dan berwarna cokelat.
Batang L. ciliata berbentuk bulat, permukaan licin, dan berwarna hijau.
Daun L. ciliata berwara hijau, saling berhadapan, permukaan licin,
pangkal dan ujung daun tumpul, berbentuk bulat lonjong dan bergerigi. Bunga L.
ciliata berwarna putih keunguan dan kelopak bunga berwarna merah. Habitat
tumbuh dari gulma L. ciliata dapat ditemukan pada tanah berpasir, debu
maupun liat.
21. Lindernia crustacea
L. crustacea merupakan tumbuhan dari famili Scrophulariaceae. L. crustacea juga merupakan tumbuhan tahunan yang tegak, gundul (Naidu, 2012, h. 209).
Gambar 21. Lindernia crustacea Sumber : Dokumentasi Pribadi
Klasifikasi dari gulma L. crustacea dapat diuraikan sebagai berikut :Kingdom : PlantaeDivisi : TracheophytaKelas : MagnoliopsidaOrdo : LamialesFamili : LinderniaceaeGenus : LinderniaSpesies : Lindernia crustacea L. crustacea memiliki sistem perakaran serabut dan berwarna cokelat. Batang L. crustacea berbentuk segi empat dan berwarna hijau agak kemerahan. Daun L. crustacea saling berhadapan, berwarna hijau, tepi bergerigi, pangkal dan ujung daun tumpul. Bunga L. crustacea berwarna putih keunguan dan terletak pada ketiak daun. Habitat tumbuh dari gulma L. crustacea dapat ditemukan pada tanah berpasir, debu maupun liat.
22. Ludwigia parviflora
L. parviflora merupakan tumbuhan dari famili Onagraceae. L. parviflora juga merupakan tumbuhan yang kokoh (Naidu, 2012, h. 213).
Gambar 22. Ludwigia parviflora Sumber : Dokumentasi Pribadi
Klasifikasi dari gulma L. parviflora dapat diuraikan sebagai berikut :Kingdom : PlantaeDivisi : SpermatophytaKelas : DicotyledonaeOrdo : MyrtalesFamili : OnagraceaeGenus : LudwigiaSpesies : Ludwigia parviflora L. parviflora memiliki sistem perakaran serabut dan berwarna cokelat. Batang L. parviflora permukaan gundul, berbentuk bulat, berwana hijau agak kemerahan. Daun L. parviflora bertulang menyirip, berwarna hijau agak kemerahan dan tunggal. Bunga L. parviflora berwarna kuning dan muncul pada ketiak daun. Habitat tumbuh dari gulma L. parviflora dapat ditemukan pada tanah berpasir, debu maupun liat.
23.
Melastoma polyanthum
M.
polyanthum termasuk famili Melastomaceae
yang merupakan tumbuhan terna, semak atau pohon sering disebut Senggani atau
Karamunting. M. polyanthum juga merupakan tumbuhan perdu (Tjitrosoepomo,
2013, h. 223).
Gambar 23. Melastoma polyanthum Sumber : Dokumentasi Pribadi
Klasifikasi dari
gulma M. polyanthum dapat diuraikan sebagai berikut :
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Spermatophyta
Kelas :
Dicotyledonae
Ordo :
Myrtales
Famili :
Melastomataceae
Genus :
Melastoma
Spesies :
Melastoma polyanthum
M. polyanthum memiliki sistem perakaran tunggang, terdapat rambut-rambut akar dan berwarna cokelat agak keputihan. Batang M. polyanthum berkayu, terdapat rambut-rambut halus dan berwarna kemerahan. Daun M. polyanthum saling berhadapan, ujung runcing, pangkal membulat, bagian atas berwarna hijau dan bagian bawah agak keabu-abuan. Bunga M. polyanthum termasuk majemuk, muncul pada ujung batang, kelopak seperti lonceng dan berwarna merah, mahkota bunga berwarna ungu, terdapat benang sari dan putik. Habitat tumbuh dari gulma M. polyanthum dapat ditemukan pada tanah berpasir, debu maupun liat.
24.
Mikania micrantha
M. micrantha merupakan tumbuhan dari famili Ateraceae. M. micrantha
juga termasuk tumbuhan tahunan yang tumbuh merambat dengan cepat (Sankaran,
1999, h. 10-12).
Gambar 24. Mikania micrantha Sumber : Dokumentasi Pribadi
Klasifikas dari gulma
M. micrantha dapat diuraikan sebagai berikut :
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Magnoliopsida
Ordo :
Asterales
Famili :
Astaraceae
Genus :
Mikania
Spesies :
Mikania micrantha
M. micrantha memiliki sistem perakaran serabut dan berwarna cokelat,
serta tumbuh stolon. Batang M. micrantha tumbuh secara menjalar,
berwarna hijau muda, bercabang. Daun M. micrantha menyerupai hati, tepi
daun bergerigi, berwarna hijau. Bunga M. micrantha berwarna putih,
dengan kelopak berwarna hijau. Habitat tumbuh dari gulma M. micrantha
dapat ditemukan pada tanah berpasir, debu maupun liat.
25.
Nasturtium montanum
N. montanum merupakan tumbuhan dari famili Brasicaceae. N.
montanum juga termasuk tumbuhan terna semusim, dan tumbuh secara liar
(Litbang, 2011, h. 27-28).
Gambar 25. Nasturtium montanum Sumber : Dokumentasi Pribadi
Klasifikasi dari
gulma N. montanum dapat diuraikan
sebagai berikut :
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Magnoliopsida
Ordo :
Brasicales
Famili :
Brasicaceae
Genus :
Nasturtium
Spesies :
Nasturtium montanum
N. montanum memiliki sistem perakaran serabut dan berwarna cokelat.
Batang N. montanum berbentuk bulat dan berwarna hijau keunguan. Daun N.
montanum termasuk tunggal, berwarna hijau, tepi bergerigi, ujung daun
runcing. Bunga N. montanum muncul pada ujung cabang dan ketiak daun,
berwarna kuning. Habitat tumbuh dari gulma N. montanum dapat ditemukan
pada tanah berpasir, debu maupun liat.
26.
Phyllanthus niruri
P. niruri atau sering disebut Meniran Hijau termasuk kedalam
tumbuhan perdu menahun. P. niruri juga termasuk tumbuhan yang tumbuh
tegak (Soerjani, Kostermans, & Tjitrosoepomo, 1987, h. 290).
Gambar 26. Phyllanthus niruri Sumber : Dokumentasi Pribadi
Klasifikasi dari gulma
P. niruri dapat diuraikan sebagai berikut :
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Spermatophyta
Kelas :
Dicotyledonae
Ordo :
Euphorbiales
Famili :
Euphorbiaceae
Genus :
Phyllanthus
Spesies :
Phyllanthus niruri
P. niruri memiliki sistem perakaran tunggang, dimana terdapat
rambut-rambut akar dan berwana cokelat. P. niruri batangnya berbentuk
bulat, berwarna hijau keunguan, gundul, percabangan monopodial, dan bersudut. P.
niruri daunnya termasuk majemuk, anak daun saling berhadapan, berbentuk
lonjong, pangkal tumpul, ujung tumpul, tepi rata, berwarna hijau tua dan sisi
bawah agak keabu-abuan. Bunga P. niruri berwarna putih, berada pada
ketiak daun, sedangkan buahnya berbentuk bulat, berada pada sisi bawah tangkai
daun utama. Habitat tumbuh dari gulma P. niruri dapat ditemukan pada
tanah berpasir, debu maupun liat.
27.
Polygala paniculata
P. paniculata merupakan tumbuhan dari famili Poligalaceae (Maryani,
2018, h. 41-42).
Gambar 27. Polygala paniculata Sumber : Dokumentasi Pribadi
Klasifikasi dari
gulma P. paniculata dapat diuraikan sebagai berikut :
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Magnoliopsida
Ordo :
Poligalales
Famili :
Poligalaceae
Genus :
Polygala
Spesies :
Polygala paniculata
P.
paniculata memiliki sistem perakaran
tunggang dan memiliki bau yang khas. Batang P. paniculata berbentuk
bulat, berwarna hijau kemerahan dan permukaan licin. Daun P. paniculata
berbentuk elips memanjang, ujung runcing, pangkal tumpul, saling berhadapan dan
berwarna hijau. Bunga P. paniculata berwarna putih, banyak dan tersusun
memanjang sepanjang tangkai bunga. Habitat tumbuh dari gulma P. paniculata
dapat ditemukan pada tanah berpasir, debu maupun liat.
28.
Scoparia dulcis
S. dulcis atau lebih dikenal sebagai Jaka Tua merupakan tumbuhan
herba atau semak rendah, dan tumbuh tegak. S. dulcis memiliki banyak
cabang serta berumur pendek (Soerjani, Kostermans, & Tjitrosoepomo, 1987,
h. 544).
Gambar 28. Scoparia dulcis Sumber : Dokumentasi Pribadi
Klasifikasi dari gulma
S. dulcis dapat diuraikan sebagai berikut :
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Spermatophyta
Kelas :
Dicotyledonae
Ordo :
Lamiales
Famili :
Plantaginaceae
Genus :
Scoparia
Spesies :
Scoparia dulcis
S. dulcis memiliki sistem perakaran tunggang dan berwarna cokelat.
Batang S. dulcis berbentuk bulat, berwarna hijau, kaku dan permukaan
gundul. Daun S. dulcis termasuk tunggal, saling berhadapan, pangkal daun
runcing, ujung daun tumpul, bergerigi dan berwarna hijau. Bunga S. dulcis
berwarna putih dengan mahkota berwarna hijau. Buah S. dulcis berbentuk
bulat, berwarna hijau dan muncul pada ketiak daun. Habitat tumbuh dari gulma S.
dulcis dapat ditemukan pada tanah berpasir, debu maupun liat.
29.
Spermacoce exilis
S. exilis merupakan tumbuhan dari famili Rubiaceae. S. exilis
merupakan tumbuhan tahunan, serta tumbuh secara menjalar hingga sedikit
menanjak (NParks Flora & Fauna Web, 2020).
Gambar 29. Spermacoce exilis Sumber : Dokumentasi Pribadi
Klasifikasi dari
gulma S. exilis dapat diuraikan sebagai berikut :
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Magnoliopsida
Ordo :
Rubiales
Famili :
Rubiaceae
Genus :
Spermacoce
Spesies :
Spermacoce exilis
S. exilis memiliki sistem perakaran serabut dan berwarna cokelat. Batang dari S. exilis berbentuk segi empat dan berwarna hijau. Daun S. exilis berwarna hijau, halus, ujung runcing, pangkal daun tumpul dan tepi rata. Bunga S. exilis berwarna putih, berkelompok, terletak pada daun paling atas. Habitat tumbuh dari gulma S. exilis dapat ditemukan pada tanah berpasir, debu maupun liat.
DAFTAR PUSTAKA
Annisa, A. (2020). Potensi Ekstrak Daun Babandotan (Ageratum conyzoides) dalam Meningkatkan Jumlah Trombosit pada Uji Mencit Jantan (Mus musculus). [Skripsi]. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Lampung. [Indonesia].
Blue Purple Garden. (2016). Coleus rotundofolius, Umbi Jadul yang
Kian Terlupakan. http://bluepurplegarden.wordpress.com/2016/09/03/coleus-rotundofolius-umbi-jadul-yang-kian-terlupakan/amp/. Diakses pada 20 Desember 2020.
Blue Purple Garden. (2018). Lindernia antipoda (L.) Alston, Lindernia
Biru. http://bluepurplegraden.wordpress.com/2018/02/08/lindernia-antipoda-l-alston-lindernia-biru/amp/. Diakses pada 20 Desember 2020.
Maryani, S. (2018). Keanekaragaman Tumbuhan Herba di Daerah Aliran Sungai
Tapak Moge sebagai Referensi Pendukung Pembelajaran Keanekaragam Hayati di SMAN
16 Takenong. [Skripsi]. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh.
[Indonesia].
Naidu, V. S. G. R. (2012). Hand Book on Weed Identification Directorate
of Weed Science Research. India: Jabalpur.
NPark Flora & Fauna Web. (2020). Spermacoce exilis (L. O. Williams) C. D. Adams ex W. C. Burger & C. M. Taylor. http://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/6/1/6190. Diakses pada 20 Desember 2020.
PlantNet. (2020). Poaceae–Eriochloa procera (Retz.) C.E.Hubb. http://publish.plantnetproject.org/project/riceweeds_en/collection/collection/information
/details/ERBPR. Diakses pada 03 Januari 2021.
Soerjani, M., Kostermans, A. J. G. H., & Tjitrosoepomo, G. (1987). Weeds of Rice in Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Van Steenis, C. G. G. J. (2008). Flora. Jakarta: Pradnya Pramita.
van Steenis, C. G. G. J. (2013). Flora (Terjemahan Moeso Surjowinoto).
Jakarta: Pradnya Pramita.
Xu, Z., & Zhou, G. (2017). Identification and Control of Common
Weeds : Volume 1. China: Zhejiang University Press.





























Tidak ada komentar:
Posting Komentar