Minggu, 02 Agustus 2020

PEMANFATAN PEKARANGAN RUMAH (BUDIDAYA TANAMAN EMPON-EMPON) DAN PEMBUATAN JAHE INSTAN DIMASA PANDEMI COVID-19 SEBAGAI TANAMAN BERKHASIAT UNTUK IMUNITAS TUBUH

PEMANFATAN PEKARANGAN RUMAH (BUDIDAYA TANAMAN EMPON-EMPON) DAN PEMBUATAN JAHE INSTAN DIMASA PANDEMI COVID-19 SEBAGAI TANAMAN BERKHASIAT UNTUK IMUNITAS TUBUH

Pemberdayaan masyarakat merupakan program yang bermanfaat bagi masyarakat, salah satu bentuk pelaksanaan yaitu melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN).  Interaksi antara mahasiswa dan dosen pada saat KKN dengan masyarakat dan lingkungan sekitarnya dapat berjalan dengan tujuan peningkatan kemampuan dan pengetahuan masyarakat. Konteks pemberdayaaan masyarakat dapat diterapkan sesuai dengan situasi masyarakat itu sendiri yang memerlukan pendampingan untuk memberdayakan dirinya sendiri. Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan dilaksanakan KKN di RT 13, Kelurahan Kampung Empat dimasa pandemi covid-19.

RT 13, Kelurahan Kampung Empat merupakan salah satu wilayah yang berada di Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan. Masyarakat yang berada di RT 13, Kelurahan Kampung Empat tercatat terdapat 161 Kepala Keluarga dengan jumlah total masyarakat 500 jiwa lebih. Sementara untuk pekerjaan sebagian besar masyarakat RT 13, Kelurahan Kampung Empat yaitu berprofesi sebagai buruh harian lepas.

Dampak yang ditimbulkan dari pandemi Covid-19 sangat berpengaruh besar terhadap aktivitas masyarakat saat berada di luar. Masyarakat dituntut untuk senantiasa menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar. Ditambah lagi pendapatan masyarakat yang mengalami penurunan akibat aktivitas yang dibatasi terutama bagi para warga yang bekerja sebagai buruh harian lepas.

Solusi dari permasalahan yang terjadi untuk meningkatkan imunitas tubuh dan memenuhi gizi serta mengurangi pengeluaran rumah tangga, program KKN menawarkan pengolahan tanaman obat dari jenis rimpang-rimpangan (tanaman empon-empon) menjadi minuman berkhasiat melalui pemanfaatan pekarangan rumah.                 

Tanaman empon-empon merupakan jenis tanaman umbi lapis yang memiliki besar sama seperti jari. Contoh tanaman empon-empon misalnya lempuyang, kencur, jahe, kapulaga, kunyit, laos, dan temu lawak. Tanaman empon-empon dapat digunakan sebagai ramuan tradisional yang baik dikonsumsi selama pandemi Covid-19.

Masyarakat dapat memanfaatkan barang bekas dan limbah rumah tangga untuk kegiatan pemafaatan pekarangan rumah dengan biaya yang terjangkau. Sehingga sampah platik dan limbah rumah tangga menjadi bermanfaat dan dapat mengurangi sampah di lingkungan RT 13, Kelurahan Kampung Empat akibat pemakaian yang berlebihan. Plastik yang tidak terpakai dapat digunakan sebagai wadah budidaya yaitu untuk media penanaman tanaman empon-empon, sedangkan limbah rumah tangga seperti sisa sayuran, air cucian ikan, air cucian beras dan lainnya dapat digunakan sebagai pupuk yang ramah lingkungan.

Hasil dari budidaya tanaman empon-empon dengan memanfaatkan pekarangan rumah dapat diolah menjadi minuman sehat seperti beras kencur, wedang jahe, jahe instan, jamu dan lainnya. Pada program KKN tema “Tanggap Covid-19” ini salah satu olahan tanaman empon-empon yang dapat diedukasikan ke masyarakat yaitu jahe instan.

Jahe berkhasiat bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan, dimana jahe termasuk dalam pengobatan herbal yang aman dibandingkan dengan pengobatan secara kimia.

Alat :

Wajan                                                  Sutil

Pisau                                                    Baskom

Telenan                                                Saringan

Blender

Bahan :

1.             Jahe                                1 Kg

2.             Serai                               5 batang

3.             Gula                               1 atau 2 Kg

4.             Air                                 1 atau 2 gelas

 

Cara membuat :

1.          Rimpang jahe dikupas, agar mempermudah pembersihan sebelum itu jahe dipotong dalam ukuran besar. Kemudian dicuci hingga bersih.

                 

2.        Potong kecil-kecil rimpang jahe yang sudah dibersihkan.

                           

3.       Potongan Kecil jahe dimasukkan ke dalam blender serta tambahkan air, kemudian diblender hingga halus.

4.   Peras jahe yang telah halus menggunakan saringan (air perasan jahe merupakan bahan pokok pembuatan jahe instan).

                    

5.     Cuci bersih serai, kemudian digeprek dan diikat (serai digunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan jahe instan).

                             

6.        Masukkan air perasan jahe, serai dan gula ke dalam wajan, kemudian aduk hingga rata.

                           

7.     Rebus semua bahan dengan api sedang, sambil diaduk terus menerus agar tidak lengket dan gosong.

8.        Apabila bahan telah masak ditandai dengan mengkristalnya bahan dengan warna putih agak kecoklatan maka jahe instan dapat diangkat. Biarkan jahe instan mendingin.

9.        Ayak jahe instan yang telah dingin menggunakan saringan hingga benar-benar halus dan rata.

10.    Jahe instan siap disajikan atau dikemas.

Referensi :

Diwanti DP. 2018. Pemanfaatan Pertanian Rumah Tangga (Pekaranan Rumah) dengan Teknik Budidaya Tanaman secara Vertikultur. Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol 1 (3).

Hastutik S. 2019. Pembuatan Jahe Instan. Cybext. http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/73719/Pembuatan-Jahe-Instan/

Sugono B. 2020. Data Kepala Keluarga RT 13, Kelurahan Kampung Empat, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan. Tarakan.


2 komentar:

JENIS-JENIS GULMA: KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI

  JENIS-JENIS GULMA: KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI Gulma merupakan tumbuhan yang keberadaannya tidak dikehendaki.  Berdasarkan morfologi, daun g...